Anggota DPRD Cimahi Joko Taruno Kritik Keberadaan Wisata Heritage Militer

Kendaraan yang digunakan heritage wisata militer.

 

 

Cimahi, Koran Bangkit.com

Masukan serta kritikan dilontarkan Anggota DPRD Kota Cimahi dari fraksi PKS, Djoko Taruna mengenai masalah Heritage Wisata Militer. “wisata militer tersebut, bukannya sebagai wisata kegembiraan dan keceriaan, tetapi merupakan suatu Wisata Militer penuh dengan kesedihan,” ujar Djoko Taruna saat ditanya wartawan, di kantornya di DPRD Kota Cimahi Jalan dra Hj Djulaeha Karmita nomor 5 Kecamatan Cimahi Tengah, Kamis 13 Oktober 2022.

 

Pada Wisata Militer,  pengunjung wisatawan domestik diantar kendaraan wisata, Saba Kota Cimahi (Sakoci) yang mangkal di samping kantor DPRD Kota Cimahi, diantar mengitari gedung History, penjara militer jaman Belanda, Cirendeu, Rumah Sakit militer Dustira.

Menurut Djoko, wisata militer tersebut, bukannya sebagai wisata kegembiraan dan keceriaan, tetapi merupakan suatu Wisata Militer penuh dengan kesedihan,

 

Alasannya kata Djoko, yang namanya wisata itu, tujuannya untuk bergembira ria, penuh tawa dan ceria,

 

 

“Tetapi wisata militer ini bukan memberikan kegembiraan bagi para wisatawannya, tetapi merupakan wisata kesedihan,” jelasnya.

 

Apa sebab dikatakan wisata kesedihan?, Menurut Dia, dari pemandangan yang disajikan bukannya alam yang indah, atau musium-musium sejarah Cimahi sebagai Kota Militer,

 

 

“Dengan penyajian kendaraan-kendaraan perang, misalnya, seperti pesawat tempur, Tank, atau aksesoris lain, pengunjung bisa foto selfi ditarif dengan harga Rp 5000,- misalnya sekali foto,” ujarnya bersemangat.

 

Bukan wisata kesedihan, lanjut Djoko, dengan penyajian seperti tahanan militer, rumah sakit Dustira, yang disaksikan hanya orang-orang sakit saja, hal ini gimana wisatawan akan gembira ria?,” Ulasnya terkesan miris.

 

Bahkan, tambah Djoko, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi, bisa kerjasama dengan sekolah-sekolah kedepannya untuk mengadakan wisata anak-anak sekolah dari SD sampai SMP, melihat wisata Militer Kota Cimahi dan sejarah Kota Cimahi jaman Jendral Daendels,

 

“Mereka anak-anak sekolah dapat berfoto Selfi di pesawat perang, di Tank-tank tentara jaman dulu, misalnya, lalu disewakan baju-baju tentara seperti di wisata Fanmous Lembang, pengunjung disewakan baju ala orang Belanda, menurut saya itu lebih bagus, dengan ditarif sekali foto Rp 5000,- dan sewa baju Rp 5000 pula, ini akan jadi PAD bagi pemerintahan Kota Cimahi,” ujarnya.Apalagi bila Pemerintahan Kota Cimahi mau menambah ornamen-ornamen diorama dalam box kaca sejarah kota Cimahi dalam penjajahan Belanda dan Jepang, “itu akan jadi wisata yang lebih bagus lagi dan dapat dikunjungi oleh wisatawan dari luar kota Cimahi,” pungkas Djoko terlihat bersemangat. ( REMI)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.