Anggota Dewan PSI: Pemkot Bandung Harus Transparan Dalam Hal Anggaran

 

Bandung, KORANBANGKIT.COM

Menjelang akhir Oktober 2021, pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kota Bandung Tahun Anggaran 2022 semakin mendekati finalisasi. Dari masukan berbagai pihak, PSI Kota Bandung membuat analisa atas RAPBD Kota Bandung dan mempertanyakan kesungguhan Pemerintah Kota Bandung mengatasi Pandemi Covid dan Pemulihan Ekonomi.

 

Erick Darmajaya, anggota Badan Anggaran DPRD Kota Bandung dari PSI mengungkapkan, bahwa analisa ini dilakukan dengan masukan dari banyak pihak. “Ini semua adalah pemikiran yang logis dan rasional tentang kondisi yang warga Kota Bandung hadapi pasca Pandemi Covid-19. Semua berdampak secara ekonomi. Kini jumlah pengangguran tahun 2020 tercatat 11,19%. Jadi ada kondisi luar biasa di Kota Bandung.

 

Sekarang kita lihat RAPBD 2022, kebanyakan program masih copy paste dari program tahun lalu. Seolah-olah, Pandemi Covid-19 hanya menjadi alasan mengapa PAD menurun dan anggaran Dinas ikut menurun.

 

Tapi, dengan pendapatan yang lebih kecil, pertanyaannya adalah program apa yang dipikirkan matang-matang untuk mengatasi dampak ekonomi Covid-19? Program yang dianggarkan masih seperti biasa, seperti tahun-tahun lalu.

 

Padahal, arahan dari Pemerintah Pusat sudah jelas. Kita harus mengupayakan menanggulangi Pandemi Covid dan mengupayakan pemulihan ekonomi. Kita menyadari kini ada lebih banyak masyarakat menganggur, berarti butuh terobosan di bidang ekonomi.

 

Selain itu, Erick juga menyoroti keterbukaan informasi dari Pemerintah Kota Bandung. “Di sisi lain, kami juga terus meminta transparansi, karena sampai sekarang kami tidak dapat mengetahui apa saja detail-detail komponen dari Anggaran. Sulit untuk bekerja maksimal, jika tidak transparan.” tutur Erick menutup pernyataannya.

Redaksi

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.